Tips
Docang Cirebon, Hidangan Khas yang Disukai Wali Songo

Docang Cirebon, Hidangan Khas yang Disukai Wali Songo

Hola, traveler … Kali ini admin mywordsjourney.com mau ngajakin kamu kenalan sama makanan khas Cirebon, yaitu Docang.

Pernah mendengar atau mencicipi kuliner tradisional docang Cirebon?

Mungkin bagi sebagian orang terutama warga luar kota Cirebon, nama docang masih sedikit asing. Namun tidak demikian halnya dengan warga Cirebon.

Kuliner khas kota Cirebon ini cukup terkenal, walaupun tak sepopuler nasi jamblang atau empal gentong. Namun tetap saja, kuliner docang memiliki penikmat tersendiri di kalangan masyarakat kota dengan julukan kota Udang ini. 

Baca juga: Tahu Genjrot, Kudapan Pedas Khas Cirebon

Sejarah Dan Fakta Menarik Docang Cirebon

Cirebon adalah sebuah kota yang berada di daerah pantai utara Provinsi Jawa Barat pada bagian timur.

Kota ini memiliki letak geografis yang strategis. Bukan itu saja, Cirebon merupakan jalur utama transportasi dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jalur ini juga melalui daerah utara atau pantai utara (pantura).

Kota ini merupakan daerah dataran rendah yang berada pada ketinggian 5 meter di atas permukaan laut.

Luas wilayah administrasinya yaitu 37,35 km2 atau 3.735,8 hektar dengan suhu minimum 22,3 oC dan maksimum rata-rata 33,0 oC. 

Layaknya kota lain di Indonesia, Cirebon juga memiliki banyak kuliner khas. Salah satu kuliner tersebut adalah docang.

Docang adalah kuliner khas Cirebon yang memiliki sejarah dan fakta menarik. Sejarah dan fakta ini berkaitan dengan para wali songo. 

Berdasarkan lansiran dari Ayocirebon.com, docang merupakan makanan yang disajikan untuk meracuni wali songo.

Dari legenda turun temurun, seorang pangeran memendam rasa tidak suka atas keberadaan para wali songo.

Karena itulah ia lantas meracik hidangan yang berasal dari makanan sisa. 

Setelah itu, ia pun menyajikan makanan tersebut dengan harapan para penyiar Islam atau wali songo akan keracunan.

Namun perbuatannya tersebut ternyata tak membuahkan hasil. Para wali songo justru menyukai hidangan tersebut dan makan dengan lahap. 

Sejak kejadian inilah akhirnya docang menjadi kuliner khas Cirebon dan mendapat julukan sebagai hidangan para wali songo.

Baca juga: Rekomendasi Nasi Lengko di Cirebon 

Asal Muasal Munculnya Nama Docang

Docang Cirebon

Kalau mendengar nama docang, tentunya terdengar unik dan sedikit aneh. Docang berasal dari dua kata yakni “do” dan “cang”.

Kata “do” merupakan penggalan dari kata bodo yang artinya oncom atau baceman dage. Sedangkan “cang” memiliki arti kacang hijau yang telah tumbuh menjadi tauge. 

Tauge dan oncom merupakan dua bahan utama hidangan docang khas Cirebon. Kuliner ini sangat cocok sebagai santapan saat pagi atau malam hari. 

Docang, Pilihan Kuliner Murah dan Mengenyangkan Di Kota Cirebon

Jika kebetulan berada di Cirebon, sebaiknya luangkan waktu untuk mencicipi kuliner khas ini.

Hidangan berbahan dasar lontong, daun singkong, tauge dan parutan kelapa, terasa nikmat saat tersaji dengan kuah oncom dan taburan kerupuk.

Apalagi jika menikmatinya saat sarapan atau makan malam. 

Untuk menemukan docang di Cirebon bukanlah hal yang sulit. Pasalnya, para pedagang yang menjual hidangan ini berada hampir di setiap sudut kota Cirebon. 

Lalu bagaimana dengan harga hidangan ini?

harga docang terbilang cukup murah. Untuk seporsi docang pembeli hanya merogoh kocek antara Rp 7,000 sampai 10,000 saja. 

Dengan demikian, jika ingin mencicipi kuliner ini tak perlu mengeluarkan biaya yang besar dan tak perlu jauh-jauh berjalan.

Cari saja penjual docang terdekat dengan tempat menginap atau tempat wisata yang akan jadi tujuan.

Dari banyaknya penjual docang di kota Cirebon, ada beberapa penjual yang populer.

Para penjual ini menjadi favorite masyarakat kota Cirebon karena rasa docangnya yang sungguh lezat.

Salah satu docang yang terkenal di masyarakat Cirebon adalah docang Pak Kumis.

Meskipun tempatnya sangat sederhana dan hanya menggunakan gerobak, rasa docangnya sungguh enak dan menggoyang lidah. Sehingga tak salah jika docang ini masuk dalam daftar rekomendasi kuliner khas kota Cirebon. 

Baca juga: Kapurung Makassar, Makanan Khas Cocok untuk Diet

Resep Docang Cirebon

Docang bukanlah makanan yang populer di luar kota Cirebon. Jika menelusuri mesin pencari di internet, belum ada kota lain yang menjual docang. Termasuk di kota Bandung.

Oleh karena ini bila ingin mencicipi docang di Bandung, lebih baik memasaknya sendiri.

Pada era digital saat ini, mencicipi kuliner khas semua kota yang ada di Indonesia sangatlah mudah.

Orang-orang tak perlu repot mengunjungi satu kota untuk mencoba makanan khasnya. Begitupun jika ingin menikmati seporsi docang.

Ya, orang-orang kini bisa membuat seporsi docang di rumah sendiri. Tentu saja dengan mencari resepnya dengan memanfaatkan media internet.

Nah, berikut ini adalah salah satu resep docang yang bisa dicoba sendiri di rumah.

Bahan:

Daun singkong 1 ikat, tauge 2 genggam, kelapa parut 200 gr, lontong dan kerupuk secukupnya.

Bahan kuah:

Bawang merah 3 siung, bawang putih 3 siung, daun salam 2 lebar, serai 1 batang, lengkuas 1 ruas. Jangan lupa oncom 1 papan serta garam secukupnya.

Bahan sambal:

Cabe rawit 10 buah, bawang putih 1 siung dan sedikit garam.

Cara membuat:

  1. Cuci dan petik daung singkong lalu rebuh sampai lunak atau empuk kemudian tiriskan.
  2. Buang akar tauge, cuci, rendam dengan air panas lalu tiriskan.
  3. Beri tambahan garam sedikit pada kelapa parut lalu kukus selama 10 menit.
  4. Selanjutnya rendam oncom menggunakan air panas kemudian haluskan.
  5. Blender atau haluskan bawang merah dan bawang putih lalu tumis sampai  harum. Kemudian masukan daun salam, lengkuas dan serai.
  6. Tambahkan air, boleh agak banyak lalu masukkan oncom dan garam secukupnya.
  7. Tunggu hingga mendidih dan matang.

Untuk menyajikannya sangat mudah. Dalam sebuah piring, tata lontong, tauge, daun singkong dan kelapa parut. Selanjutnya siram dengan kuah oncom dan taburi dengan kerupuk. Lengkapi sajian dengan sambal ulek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.