Randang Lokan Kuliner Khas Minang Ranca Bana

Hola, Journeyers!

Ada yang kangen kampung? Kali ini saya ingin bercerita sekaligus review tentang Randang Lokan kuliner Khas Minang, lho.

Salah satu kuliner istimewa dan melegenda. Menurut saya sih unik banget. Dari segi nama, rasa, juga cara memasak membuat saya semakin penasaran ingin tahu lebih banyak tentang kuliner satu ini. Hmmmm apalagi setelah dicoba dan diincip langsung bikin lidah tidak bisa berhenti bergoyang. Hahaha

Namanya Randang Lokan Padang

Rasa penasaran itu muncul saat seorang teman berpamitan makan dengan lauk kiriman dari kampung. Dilihat dari chat dia via whatsaap, dia sangat antusias. Emot senyum, ngakak, sampai lope-lope dikirim semua. Tergambar jelas rona bahagia mencicipi masakan emak yang sangat dirindukan.

“Dapat kiriman apa sih dari Emak?” tanya saya penasaran.

“Randang Lokan, Mbak. Seriusan ini enak banget. Saya nggak mudik hampir 2 tahun. Terus makan Lokan ini bikin saya kangen kampung,” jelasnya.

Lagi dan lagi nada antusias itu tampak semakin jelas. Saya makin penasaran bagaimana wujud Lokan itu.

Akhirnya, saya mencoba searching apa itu Randang Lokan. Kemudian saya pun balik bertanya kepada teman tersebut sekaligus nodong minta dikirim ke Lamongan. Bisa nggak ya? Ini Makanan basah, lho. Takut basi juga di jalan. Pikir saya waktu itu.

Tetapi teman saya memberi kejutan, jika memang Randang Lokannya udah disiapin dan akan dikirim ke Lamongan.

“Biar Mbak Malica tahu rasanya,” begitu katanya. Ngakak parah deh. Hehehe

Tak lama, dia pun melanjutkan bercerita tentang masakan Emak yang begitu dirindukan.

“Makan ini, rasanya rindu kampung saya terobati, Mbak. Ini kiriman Emak banyak banget,” katanya.

Ah, mendadak ada yang basah karena saking terharunya mendengar ucapan pendek tersebut. Sebagai sesama perantau, saya tahu benar bagaimana suka dan dukanya.

Seenak-enaknya hidup di negeri orang, tetap saja kampung halaman selalu dirindukan. Terutama masakan emak, yang konon memiliki mantra kasih sayang. Rahasia di setiap racikan bumbu masakannya seolah hal langka. Bikin kangen dan kangen lagi.

Duh, mellow kan jadinya? Hehehe …

Tapi tahukah, di balik ceritanya yang bikin mellow, saya justru tertarik ingin mengulik lebih dalam tentang Randang Lokan itu. Kata teman saya tadi meski namanya sama-sama Randang, Namun dari segi cita rasa berbeda dengan Randang daging pada umumnya.

Nah, makin dibuat penasaran, kan? Randang Lokan apaan sih?

Tentang Nama Randang Lokan Padang, Kuliner Khas dari Minangkabau

Konon, Randang ini salah satu makanan kuliner khas dari Minangkabau yang wajib terhidang di meja sebagai lauk sehari-hari. Namun, seiring perkembangan budaya sana, Randang dijadikan makanan tradisional yang dihidangkan dalam berbagai acara adat seperti Kenduri hingga pesta perkawinan.

Randang juga kerap menjadi masakan istimewa yang dihidangkan saat perayaan idul fitri maupun idul adha.

Randang Lokan Padang
Randang Lokan dikirim dari Jakarta

Tak dimungkiri kelezatan Randang memang sudah mendunia. Tidak hanya di daerah Sumatra, tetapi nama Randang sudah dikenal di gastronomi dunia. Bahkan masakan Randang ini pernah menduduki daftar 50 makanan terlezat di dunia versi CNN Indonesia pada tahun 2017.

Jadi tak heran apabila Randang dinobatkan sebagai kuliner khas daerah yang telah mencetak sejarah. Dan hal tersebut diabadikan dalam karya sastra melayu klasik Hikayat Amir Hamzah pada abad ke-16.

Tidak cukup di situ informasi tentang Randang yang saya baca di beberapa artikel. Yang ternyata selain mendapat penghargaan sebagai makanan terlezat sedunia, pada tahun 2017, Randang ini juga mendapatkan apresiasi sebagai salah satu national food oleh kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Randang di sini disandingkan dengan beberapa jenis kuliner daerah lainnya seperti soto, nasi goreng, sate, dan gado-gado. Wah, lamongan ikutan nih. Bangga dong jadi orang Lamongan? Hehehe ..

Nah, meski Randang menjadi masakan terlezat dan sudah mendunia, pada kenyataannya tidak banyak orang yang paham bahwa jenis Randang itu beraneka ragam.

Jika selama ini kita hanya tahu Randang dimasak dengan berbahan dasar daging, baik daging sapi maupun daging kerbau, faktanya di masyarakat Minangkabau masih banyak jenis Randang yang cita rasanya khas, seperti randang telur, rending bingkah, randang ayam, randang pakis, randang nangka, randang, ubi, randang tuna, dan randang lokan, dan lain sebagainya.

Nah, di sini saya akan mengenalkan tentang Randang Lokan yang pernah saya cicipi. Di mana rasanya memang benar-benar nendang banget.Dan ternyata, jenis Randang ini masih jarang diketahui banyak orang, lho. Katanya, Randang Lokan ini hanya bisa ditemui di daerah pesisir selatan yang masyarakatnya mayoritas nelayan.

Meski cukup langka karena hanya ada di daerah pesisir, Randang lokan menjadi sajian utama sebagai hidangan utama kepada penghulu menggantikan randang daging di Darek. Apa itu Darek?

Darek adalah suatu daerah di wilayah Minangkabau yang merupakan daerah inti pada masa kejayaan Pagaruyung. Darek terdiri dari 3 Luhak yang lebih dikenal dengan Luhak Nan Tigo yang terbagi atas Luhak Agam, Luhak Limopuluah, dan Luhak Nan Datar.

Uniknya, setiap Luhak tersebut dipimpin oleh seorang penghulu yang menjadi kepala suku dari masing-masing Luhak tersebut.

Filosofi Randang Lokan Minang

Minangkabau tidak hanya memiliki jenis makanan yang unik, masakan khas minang juga memiliki kekayaan kuliner yang tak terhitung banyaknya. Salah satunya adalah randang, yang ternyata banyak jenis bahan baku bisa digunakan untuk masakan jenis ini.

Randang, selain namanya sudah mendunia, ternyata secara bahasa Randang atau Rendang berasal dari kata Marandang.

Marandang memiliki makna secara lambat. Maksudnya adalah sebuah proses memasak rendang dengan cara diaduk terus-menerus sampai santan kelapanya mengering guna menghasilkan tekstur daging yang lembut serta aroma khas rempahnya kuat, sehingga citarasa rendang lebih maksimal.

Jadi jika disimpulkan, Randang ini sebenarnya bukan nama sebuah masakan atau makanan, melainkan sebutan untuk sebuah teknik memasak.

Dan berdasarkan buku yang berjudul Rendang Traveler :Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang karya Reno Andam Suri, telah menduduki kasta paling tinggi di antara hidangan lain di Minangkabau. Istimewanya, Rendang ini acapkali disebut sebagai Kepalo Samba atau induk makanan dalam tradisi Minangkabau.

Selain itu, Randang yang memiliki cita rasa pedas serta kaya akan bumbu rempah ini, ternyata memiliki filosofi yang tak kalah menarik.

Bagi masyarakat Minangkabau, Randang tak sekadar makanan, tetapi memiliki posisi terhormat dalam budaya. Nah, penasaran apakah filosofi yang terkandung di dalam masakan Randang?

  • Randang memiliki filosofi musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Sementara mulai dari bahan pokok Randang, bumbu rempah, serta cara memasaknya juga memiliki makna simbolik, antara lain:
  • Daging : merupakan niniak mamak yang berarti para pemimpin suku adat
  • Karambia melambangkan cadiak pandai atau bisa disebut juga kaum intelektual
  • Lado atau cabai sebagai simbol alim ulama
  • Pemasak atau bumbu dijadikan penggambaran keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Randang Lokan Padang, Ranca Bana!

Resep Randang Lokan Khas Padang sangatlah sederhana. Hanya saja dalam proses pengolahannya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Teman saya bercerita jika Sang Emak menghabiskan waktu berjam-jam memasak Randang Lokan di dapur. Tujuannya agar Randang Lokan bisa bertahan lama karena waktu itu, makanan khas Padang yang dominan pedas ini akan dijadikan oleh-oleh ke Jakarta.

Resep Randang Lokan Padang
Proses Emak Memasak Randang Lokan berjam-jam di dapur

Terbukti, ketika Randang Lokan sampai di Jakarta, kemudian dikirim ke Lamongan menggunakan jasa ekspedisi yang mana kurang lebih sampai di tempat sekitar 3 hari. Randang Lokannya masih utuh, tanpa basi sedikitpun.

Nah, mendengar sekilas cerita saya di atas, pasti Anda penasaran apa resep Randang Lokan dan bagaimana cara memasaknya? Simak deh bocorannya di sini.

Resep Randang Lokan Padang

BAHAN-BAHAN

  • Daging Lokan Kupas
  • 1 batang Serai
  • Santan Kelapa
  • Daun Salam secukupnya
  • Bahan Bumbu yang Dihaluskan
  • Bawang Merah secukupnya
  • Bawang putih secukupnya
  • Jahe
  • Cabai digiling
  • Kunyit
  • Merica secukupnya
  • Kemiri
  • Biji Pala
  • Lengkuas atau Laos
  • Garam secukupnya
  • GulaSecukupnya

Cara Memasak Randang Lokan Padang

  1. Sebelum dimasak, campurkan lokan dengan bumbu yang sudah dihaluskan supaya lebih merata. Lalu, diamkan selama kurang lebih 1 jam agar bumbu meresap
  2. Tuang santan kelapa secukupnya. Anda sesuaikan saja berapa banyak Lokan yang dimasak. Kemudian aduk dan masak hingga mendidih
  3. Masukkan Lokan yang sudah direndam dengan bumbu halus tersebut ke dalam santan yang mendidih
  4. Tambahkan gula dan garam secukupnya
  5. Masak lokan dengan api sedang, lalu tambahkan serai dan daun salam sebagai penyedap. Kemudian aduk terus menerus sampai santan menyusut
  6. Tambahkan santan yang tersisa secara berkala. Aduk terus menerus dan tunggu hingga santan menyusut. Lakukan secara berulang sampai stok santan habis
  7. Randang Lokan siap disajikan bersama nasi hangat

Tips dan Trik Memilih Lokan yang Baik Agar Menghasilkan Cita Rasa Ranca Bana!

  1. Pastikan Lokan masih dalam keadaan hidup, cangkangnya tertutup, dan ukurannya besar
  2. Cari Lokan yang memiliki aroma segar dan terasa berat. Ini sebagai tanda bahwa Lokan baru diambil dari pesisir
    Pengolahan Lokan yang baik adalah langsung dimasak setelah dibersihkan. Tetapi jika Anda menunda memasaknya, sebaiknya rendam lokan dengan air tawar. Hanya saja, Lokan akan menyusut karena mengalami proses rendaman
  3. Lokan adalah sejenis hewan laut. Jadi ketika Anda hendak memasaknya, sebaiknya keluarkan daging lokan dari cangkangnya. Kemudian cuci bersih menggunakan air dingin yang dicampur garam guna menghilangkan lendir yang ada di daging lokan tersebut

Bagaimana? Seru banget kan ngomongin kuliner tradisional dari daerah? Harapannya, semoga nanti saya bisa menikmati Randang Lokan Padang yang menjadi kuliner khas Minangkabau ini, bukan dari pemberian teman. Melainkan, saya langsung menjejakkan langkah di sana. Selain eksplor tentang kuliner, saya juga ingin berkunjung menikmati destinasi wisata di Padang yang nggak kalah menakjubkan.

Malica Ahmadhttps://www.mywordsjourney.com
Menulis dan perjalanan adalah dua hal yang akan bermuara pada satu titik. Yaitu bagaimana jati diri seseorang ditemukan.

Related Stories

Discover

Referensi Jasa Pengiriman Barang Paling Banyak Dicari, Fasilitas Cek...

Jasa Pengiriman Barang Paling Banyak Dicari, Fasilitas Cek Ongkir Barang yang Fast Respon dan...

Keseruan Perjalanan Surabaya Jember Naik Kereta Api Sri Tanjung...

Hola, Traveler Apakah saat ini kamu ingin melakukan perjalanan Surabaya Jember Naik Kereta Api? Jika...

Ini Alasan Kenapa Saya Harus Menjejakkan Kaki Ke...

“Sejak kapan terpikat magisnya Tana Toraja?" Untuk menjawab pertanyaan di atas, sebelumnya saya harus berterima...

Pesona Laskar Pelangi di Pantai Tanjung Tinggi Belitung

Hai, Traveler ... Tahukah Anda bahwa pantai Tanjung Tinggi Belitung merupakan lokasi syuting film laskar...

Asyik dan Menantang! Inilah 5 Tempat Camping di Malang...

Kota Malang di Jawa Timur terkenal indah dan dingin. Orang-orang yang tinggal di sekitar...

5 Hal Menarik di Balik Kisah Mistis Gunung Argapura...

Mendaki adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan. Meski medan pendakian tidak mudah, rasanya bukan masalah...

Popular Categories

Comments

  1. Ya ampuuunn, indah sekali yaaa kalo kita mau mengeksploras khasanah gastronomi Nusantara.
    Masakan seperti Randang ternyata ada arti/filosofi-nya juga
    Keren!
    Aku jad krucuk krucuk laperrr nih mba wkwkwk

  2. Saya belum pernah cobain randang lokan. Malah baru tau kalau ada yang namanya randang lokan. Tetapi, udah kebayang nikmatnya bumbu rendang. Memang gak ada matinya ya rendang. Makanya termasuk makanan ternikmat.

  3. Baru tau ternyata makna randang lokan ini adalah teknik memasak 😊 Pantas banget lah kalau randang dinyatakan makanan terlezat di dunia. Rasa pedasnya yang khas, dagingnya yang lembut ga pake berantem sama gigi, tentu menjadi pilihan menikmati wiskul dan manjain perut siapa saja.

  4. Laper lihat penampakan Randang Lokan. Awet bener berarti ya, sampai ke Lamongan masih bagus kondisinya. Jadi tahu saya filosofi randang dan apa itu lokan.
    Enak banget kayaknya, sepertinya aku belum pernah makan ini. Kalau di Jawa lokan itu apa ya..mungkin ada cuma namanya beda

  5. ranca bana… Randang Lokan… Saya pun dulu sempat dapet kirim rendang asli dari padang. Rasanya terjaga banget yak. dan cocok. kawan saya di Payakumbuh pernah bilang terkait filosofi rendang. Eh ada cara bikin rendangnya. makin cocok jg nih, bisa dicoba. hmmm. Makan rendang itu sering ingat kawan kawan saya di sumatra barat. nah ini jadi kepigin ke sana lagi. hahahaha

  6. Saya sampe pake search di situs ini untuk mencari tau apa itu LOKAN bang hihi… diawal sampe tengah masih bingung. Pas terakhir ada “daging lokan” dan “lokan adalah jenis hewan laut” di bagian tips trik. Masih bingung lokan itu bentuk mentahnya seperti apa ya bang? Kerang ya? googling ah!

  7. Sama ya ternyata randang dan rendang. Asal katanya marandang, kenapa trus lebih banyak dilafalkan dan ditulis sebagai rendang ya? Penasaran
    Rendang daging tuh favoritku banget nih, Kalau pas diajak makan ke rumah makan Padang, selalu pilih rendang ini dengan bumbu rempahnya yang melimpah. Hmmm… jadi pengin beli nasi padang deh. 🙂

  8. OMG, rendang ya Allah jadi pengen. Jadi kangen masakan ibuk.

    Ah sudah tidak dipungkiri sih kelezatan rendang ini, apalagi kalau bisa menciicpi langsung di daerah asalnya. Itu salah satu bucket list aku sih, ke padang makan nasi padang.

  9. Wahhh aku juga baru tau kalau ada banyak jenis randang ini, rasanya, bahkan ke penyajiannya juga beda. Nah itu dia bener bangett, walaupun sudah lama dan enak merantau, tapi tetap saja keenakan dan kerinduan akan kampung halaman.. Wahhh

  10. Lokan? Aku belum pernah tau, nih. Anakku senang rendang, tapi jelas belum pernah makan rendang lokan karena mamanya nggak ngerti apa itu lokan :D. Btw rendang kan masaknya sengaja dilamain ya biar bumbunya meresap. Kalo pakenya lokan, nggak hancur ya lokannya? Atau, masaknya sengaja nggak terlalu lama?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here