Siapa bilang liburan harus selalu berdua? Banyak orang menunda traveling karena merasa “belum ada teman” atau “belum punya pasangan.” Padahal, justru saat masih jomlo, kamu punya kebebasan penuh untuk menentukan arah perjalanan tanpa kompromi.
Traveling dalam status single bukan sesuatu yang menyedihkan. Justru dari sinilah banyak orang mulai mencari dan menerapkan berbagai tips berwisata ala jomlo agar perjalanan tetap terasa menyenangkan dan penuh makna.
Sebaliknya, ini bisa jadi pengalaman paling jujur dan membahagiakan. Kamu bebas menentukan tujuan, aktivitas, bahkan suasana hati selama perjalanan. Tidak ada drama soal mau makan di mana, bangun jam berapa, atau harus foto berapa kali.
Kalau kamu masih ragu untuk berangkat sendiri, berikut 5 tips berwisata ala jomlo yang bisa bikin perjalananmu terasa lebih seru, santai, dan bermakna.
Tips Berwisata Ala Jomlo
Status single bukan alasan untuk menunda kebahagiaan. Justru, ini fase emas untuk eksplorasi diri dan dunia tanpa batas.
Jadi, daripada nunggu “si dia” yang belum tentu datang, mending siapkan tas, pesan tiket, dan mulai petualanganmu sendiri. Berikut tips traveling untuk para jomlo yang bisa kamu terapkan.
1. Pilih Destinasi yang Benar-Benar Kamu Mau
Inilah enaknya traveling sendirian. Kamu bebas menentukan tujuan tanpa harus diskusi panjang.
Kalau kamu tipe yang suka suasana santai dan penuh budaya, berjalan-jalan di Yogyakarta bisa jadi pilihan menyenangkan. Menikmati sore di Malioboro, berburu kuliner lokal, atau sekadar duduk di kafe kecil sambil membaca buku bisa terasa sangat menenangkan.
Kalau kamu lebih suka udara sejuk dan spot foto estetik, Bandung menawarkan banyak pilihan tempat nongkrong dan wisata alam yang instagramable.
Atau mungkin kamu ingin benar-benar “kabur” sejenak dari rutinitas dan mencari suasana pantai yang tenang? Pergi ke Lombok dan menikmati birunya laut bisa jadi terapi terbaik.
Intinya, pilih tempat yang benar-benar kamu inginkan, bukan yang sedang tren semata.
2. Buat Itinerary Fleksibel, Jangan Terlalu Padat
Salah satu keuntungan terbesar traveling sendirian adalah fleksibilitas. Kamu tidak harus mengikuti jadwal ketat. Kalau pagi-pagi kamu masih ingin rebahan lebih lama, lakukan saja. Kalau tiba-tiba ingin mengganti rencana dan mengeksplor tempat lain, tidak ada yang keberatan.
Tetaplah membuat gambaran besar itinerary agar perjalanan tetap terarah. Misalnya, tentukan satu atau dua tujuan utama setiap hari. Setelah itu, biarkan waktu mengalir dengan santai.
Ingat, liburan bukan lomba ceklis destinasi. Kadang justru momen terbaik datang saat kamu berjalan tanpa tujuan jelas dan menemukan tempat menarik secara tidak sengaja.
3. Manfaatkan Kesempatan Bertemu Orang Baru
Traveling sendirian membuka peluang besar untuk bertemu orang-orang baru. Saat tidak sibuk mengobrol dengan teman perjalanan, kamu jadi lebih terbuka untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Banyak kok solo traveler justru mendapatkan pengalaman paling berkesan dari percakapan sederhana dengan orang asing.
Siapa tahu kamu menemukan teman baru, partner traveling berikutnya, atau bahkan cerita tak terduga yang membuat perjalananmu semakin berwarna. Tentu saja, tetap jaga keamanan dan intuisi. Ramah boleh, tapi tetap waspada, ya.
4. Dokumentasikan Perjalanan Tanpa Bergantung pada Orang Lain
Salah satu kekhawatiran jomlo saat traveling adalah, “Nanti siapa yang fotoin?” Tenang, zaman sudah canggih.
Kamu bisa membawa tripod kecil, menggunakan timer kamera, atau meminta bantuan sesama traveler. Banyak orang yang dengan senang hati membantu mengambilkan foto, apalagi di tempat wisata.
Justru traveling sendirian memberimu kebebasan berekspresi. Kamu tidak perlu malu mencoba pose berbeda atau mengambil foto berkali-kali sampai puas. Tidak ada yang mengeluh menunggu terlalu lama.
Anggap saja ini sesi foto spesial untuk dirimu sendiri. Karena pada akhirnya, perjalanan ini memang tentang kamu.
5. Jadikan Traveling sebagai Waktu untuk Mengenal Diri Sendiri
Ini mungkin bagian paling penting dari traveling ala jomlo. Ketika kamu sendirian, kamu punya ruang untuk benar-benar mendengar isi pikiranmu sendiri.
Tanpa distraksi obrolan terus-menerus, kamu bisa lebih peka terhadap perasaanmu. Kamu bisa merenung, mengevaluasi hidup, atau sekadar menikmati kopi pagi sambil memandangi pemandangan tanpa tergesa-gesa.
Banyak orang merasa lebih kuat dan lebih percaya diri setelah melakukan solo trip. Ada rasa bangga karena berhasil mengatur perjalanan sendiri, menghadapi tantangan sendiri, dan menikmati momen sendiri.
Traveling sendirian mengajarkan bahwa kamu tidak selalu membutuhkan orang lain untuk merasa utuh. Kamu sendirian pun sudah cukup bikin bahagia.
Status single bukan halangan untuk menikmati hidup. Justru ini adalah fase di mana kamu bisa mengeksplorasi dunia dengan cara yang paling autentik.
Tidak perlu menunggu punya pasangan untuk mulai membuat kenangan. Siapkan tas, tentukan tujuan, dan berangkatlah. Kamu mungkin pergi sendirian, tapi akan pulang dengan cerita, pengalaman, dan versi diri yang lebih berani.
Karena pada akhirnya, traveling bukan soal dengan siapa kamu pergi. Tapi tentang bagaimana perjalanan itu membuatmu tumbuh.
Jadi, kapan terakhir kali kamu melakukan sesuatu sendirian tanpa takut akan penilaian orang lain?
Mungkin dengan keputusan solo traveling inilah, saatnya membuktikan bahwa kamu bisa menikmati perjalanan hidup, bahkan tanpa pasangan di sampingmu. Mau coba?