7 Destinasi Wisata Alam Bondowoso yang Wajib Dikunjungi

Bondowoso merupakan sebuah Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan. Pemandangan indah ini masih banyak yang tersembunyi, sehingga masyarakat belum mengetahui keindahan empat keren yang ada di Bondowoso. Bondowoso punya banyak spot objek wisata keren, mulai dari situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian, sampai air terjun yang sangat memanjakan mata dan harus segera kalian explore.

Jika Anda punya rencana untuk berlibur ke Bondowoso, jangan khawatir akan kecewa. Kabupaten ini menawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk Anda dikunjungi. Selama ini, jarang terdengar tempat yang keren untuk berlibur di Bondowoso, tetapi ternyata di sini memiliki banyak tempat wisata alam yang tak kalah indah dengan wisata di Semarang, Jogja, ataupun kota besar lainnya.

Selain Kawah Ijen yang sudah kesohor, ada banyak destinasi wisata lainnya yang tak kalah menarik dengan keunggulannya masing-masing.

Deretan spot wisata alam yang ada di Bondowoso memberikan banyak pilihan untuk agenda liburan Anda agar semakin berkesan dan spesial.

  1. Air Terjun Tancak Kembar

 Air terjun ini merupakan salah satu air terjun yang cukup tinggi dan memiliki aliran air yang stabil. Tinggi aliran Air Terjun Tancak Kembar adalah 77 meter dan 50 meter, dan berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Tempat wisata Air Terjun Tancak Kembar ini berada di Desa Andongsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso.

Air terjun ini berada di lereng pegunungan Argopuro. Dengan suasana yang hijau dan di penuhi oleh hutan lindung membuat sir terjun Tancak Kembar sangat menawan untuk dikunjungi.

Selain air terjun, di sekitar lokasi wisata ini juga terdapat pusat penelitian kopi arabika dan kakao dengan luas 180 Hektar. Air terjun ini terletak di desa Andongsari, kecamatan Pakem, 25 Km arah barat kota Bondowoso. Selain menjadi obyek wisata, air terjun ini juga di fungsikan sebagai sarana irigasi bagi kepentingan masyarakat sekitar. 

  1. Kawah Wurung

Keindahan Kawah Wurung seringkali disamakan dengan Bukit Teletubbies di Bromo atau bahkan rerumputan di Selandia Baru. Areanya terdiri dari cekungan yang dikelilingi oleh bukit-bukit. Bisa juga dibilang kawah mati karena tidak mengeluarkan asap belerang tapi justru ditutupi dengan rumput hijau sejauh mata memandang. Julukan lain untuk objek wisata ini adalah Jamrud Bondowoso.

Bukan hanya Semeru, Kawah Wurung juga yang memiliki Tanjakan Cinta. Tempat ini akan kamu lewati sebelum tiba di kawah. Sesuai namanya, ada tanjakan sepanjang 100 meter yang berujung pada Bukit Cincin. Berjalanlah dengan penuh semangat dan nikmati keindahan alam yang memikat. Ikuti jalan setapak menuju puncak kawah yang bisa ditempuh dengan mendaki selama 15 menit. 

  1. Kawah Ilalang

Kawah Ilalang berada di Dusun Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol. Tempat tersebut belum banyak banyak dijamah tangan wisatawan. Ia berada tepat di sebelah timur Kawah Wurung, sebuah wisata yang baru dibuka oleh Dinas pariwisata Bondowoso.

Kawah Ilalang merupakan sebuah padang yang ditumbuhi dengan rumput ilalang dan dikelilingi dengan bukit-bukit, sehingga membentuk sebuah cekungan yang mirip dengan sebuah kawah. Terletak di kawasan Lawang Seng, tidak begitu jauh dari Kawah Wurung. 

Warna putih dari ilalang yang dipadukan dengan hijaunya bukit menjadi pemandangan yang sedap dipandang. Terlebih lagi saat musim penghujan, dimana rerumputan semakin tumbuh lebat dan semakin menyegarkan mata. Sedangkan saat kemarau tiba, kawasan ini memang tidak begitu rindang.

  1. The Little Niagara

Tak perlu jauh-jauh ke Ontario untuk bisa melihat Niagara. Bondowoso punya versi mininya. Datang saja ke Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, maka kamu akan melihatnya. Enam aliran air terjun dalam satu lubang yang sama dan melebar mirip seperti Niagara. Tempat ini juga mudah ditemukan, karena berada di jalur menuju Kawah Ijen. Lebih nikmat lagi jika melihat sejuknya air terjun sambil menyeruput kopi arabika khas Bondowoso.

Air terjun ini disebut sebagai The Little Niagara karena memang mirip dengan air terjun besar di Sungai Niagara, Ontario. Tetapi, ini versi kecilnya. Niagara Mini Bondowoso ini tidak jauh dari Air Terjun Blawan yang terkenal. Hanya perlu berjalan kaki selama 27 menit.

Niagara Mini Bondowoso merupakan hilir dari Kalipahit, yang merupakan rembesan dari Kawah Ijen yang mengandung kadar belerang dan dikelilingi tumbuhan Makademia.

Jika tertarik menikmati air terjun ini, Anda harus masuk melalui taman dan menyebrangi jembatan yang melintang tepat di hadapan air terjun ini. Jembatan ini menjadi spot favorit untuk mengabadikan keindahan Niagara Mini Bondowoso, sambil menikmati hijaunya alam perbukitan.

  1. Bendungan Sampean Baru

Bendungan Sampean Baru terletak di Desa Bunotan, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Bendungan ini menjadi satu pesona tersendiri bagi para wisatawan karena memiliki desain yang apik, megah dan sangat Instagramable.

Bendungan Sampean Baru ini dibangun sejak tahun 1979 namun pengerjaannya baru selesai pada tahun 1983. Bendungan yang memiliki tinggi 26 meter, panjang 670 meter dan lebar 4 meter ini ini memiliki air yang jernih dan masih berfungsi untuk mengairi lahan seluas 9.800 hektar.

Dengan desain yang cantik, kokoh dan megah Bendungan Sampean Baru mengingatkan kita pada dam atau bendungan yang ada di Belanda.

  • Betoh So’on (The Stonehenge van Java)

Kepopuleran situs megalitikum Stonehenge di Inggris memang tidak diragukan lagi. Buktinya banyak replika situs ini dibuat di negara-negara lain sebut saja Carhenge dan Foamhenge di Amerika yang mengadopsi bentuk dari situs batu menggantung ini. Di Bondowoso, Anda akan menemukan kembarannya yang asli, Batu Solor.

Batu Solor adalah sebuah batu besar dan tinggi yang bertumpuk dengan rapi yang disebut-sebut peninggalan zaman megalitikum. Situs ini bisa ditemukan di tengah perbukitan Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso.

Merujuk kembali pada penamaan Batu Solor, warga sekitar malah mengenal situs ini dengan nama Batu Bersusun dan terkadang disebut pula dalam bahasa Madura sebagai “Batoh So’on” kemudian karena lokasi penemuannya ada di desa Solor maka secara lengkap tempat ini disebut dengan nama Batoh So’on Solor. Bukan hanya itu saja keunikannya, ada cerita mistis lain yang ada di sana, konon kata warga ada satu batu yang berbentuk manusia terkapar, tempat ini sangat dikeramatkan oleh warga sekitar.

  1. Air Terjun Kalipait

Air Terjun Kalipait berada di kaki Kawah Ijen dan berasal dari rembesan Danau Kawah Ijen. Karena itulah yang membuat gas beracun dari Kawah Ijen mengalir di dalamnya. Jika biasanya air terjun airnya bening, Air Terjun Kalipait berwarna kuning kehijauan dengan buih yang banyak.

Bau belerang yang keluar dari Air Terjun Kalipait juga cukup kuat. Sudah pasti kalau dicoba, air di sana terasa pahit. Inilah mengapa, air terjun ini dinamakan Kalipait. Jadi, jangan coba-coba mandi atau berenang di sana, ya, karena bisa membahayakan diri sendiri.

Meskipun berbau belerang, tetapi Air Terjun Kalipait memiliki pemandangan cantik, karena mengalir melewati lembah bebatuan indah. Bagus banget buat foto-foto sekaligus menikmati suasana. Bisa dibilang, Air Terjun Kalipait adalah bonus dari Kawah Ijen dan kerap dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata favorit. 

Siap menjelajah Bondowoso? Selamat menikmati keindahan alamya yang eksotis. 

About the author

Pretium lorem primis senectus habitasse lectus donec ultricies tortor adipiscing fusce morbi volutpat pellentesque consectetur risus molestie curae malesuada. Dignissim lacus convallis massa mauris mattis magnis senectus montes mollis phasellus.

Tinggalkan komentar