Motif Batik Cirebon beserta Filosofinya Penuh Makna

Tahu nggak, ada berapa jenis batik Cirebon yang namanya cukup populer?

Jika pertanyaan di atas ditujukan kepada saya selaku warga baru yang baru saja setahun lalu pindah ke Cirebon, tentu cukup bingung menjawabnya. Hahaha

Tetapi, kalau mendengar nama batik disebut, jujurly saya langsung teringat sesuatu yang memiliki gaya ‘vintage‘ atau bisa diartikan sesuatu yang berkaitan hal-hal lawas dengan kualitas bagus dan unik. 

Batik di Cirebon

Ya, salah satunya batik di Cirebon. Yang ternyata masih dilestarikan sampai sekarang. Dan bahkan, ada salah satu pusat batik di kota ini yang menjadi pusat budaya dan edukasi. Sekolah anak saya, SDIT Bina Bangsa sempat berkunjung ke sini, lho.

Ngapain aja anak SD kelas 4 berkunjung ke sana? Tentu saja mereka diedukasi tentang batik yang menjadi warisan budaya bangsa Indonesia.

Juga diajarkan bagaimana membatik yang benar. Saya sih bersyukur tanpa harus mengenalkan lebih dalam soal batik kepada anak. Mereka sudah paham tentang warisan budaya tersebut.

Kenapa Batik Menjadi Warisan Budaya di Indonesia?

Motif batik Cirebon

 

Well, sebelum membahas tentang batik khas Cirebon, saya perlu bercerita dulu kenapa batik menjadi warisan budaya di Indonesia.

Pasalnya, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan budaya tak benda atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, pada 2 Oktober 2009.

Tahu, kan, apa itu warisan budaya tak benda?

Mengutip dari Wikipedia, warisan budaya tak benda adalah sumber utama keanekaragaman budaya umat manusia dan pemeliharaannya merupakan jaminan untuk kreativitas yang berkelanjutan.

Arti dari berkelanjutan di sini adalah ditransmisikan dari generasi ke generasi, terus-menerus diciptakan kembali oleh masyarakat dan kelompok.

Yang mana sebagai tanggapan terhadap lingkungan, interaksi dengan alam dan sejarah, sekaligus memberikan rasa identitas dan kontinuitas, sehingga mendorong penghormatan terhadap keanekaragaman budaya dan kreativitas manusia.

Sementara kenapa batik menjadi warisan budaya non benda?

Sebab pada sehelai batik dilahirkan melalui sebuah proses holistik yang bersentuhan langsung dengan kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia sehingga mampu memiliki nilai lebih dari hanya sehelai kain bermotif.

Dalam proses pembuatannya pun, batik menerapkan teknik-teknik khusus yang mengandung simbol-simbol tertentu.

Oleh karena itu, setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri baik dari segi pewarnaan, motif, maupun fungsinya.

Sementara untuk ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) harus melalui sejumlah proses antara lain:

  • Diusulkan oleh komunitas adat dan pemerintah daerah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan
  • Kementerian membentuk satu tim terdiri dari para ahli untuk menilai kelayakan karya tersebut
  • Tim melakukan penilaian menyeluruh terhadap karakteristik sehingga layak sebagai WBTB

Selain proses, ada juga syarat tertentu agar diakui sebagai WBTB, yakni:

  • Karya budaya memiliki nilai yang menonjol atau luar biasa
  • Terdapat upaya pelestarian dari pemerintah daerah setempat

Menarik banget ya kalau sudah ngomongin soal budaya. Saya pribadi sih emang suka banget. Bahkan kalau traveling pun, saya selalu menyasar tempat yang budayanya masih kental. Seru aja gitu. Hehehe

Baca artikel lainnya: Kopi Roemah Kesambi Cirebon, Serasa Ngopi di Rumah Sendiri

Inilah 14 Motif Batik Cirebon Beserta Filosofinya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, batik Cirebon merupakan salah satu warisan budaya yang ada di Indonesia.

Batik ini memiliki ciri khas tertentu bahkan terdapat makna atau filosofi yang mendalam yang menjadi dasar penciptaan motifnya.

Lantas apa saja motif dari batik Cirebon beserta filosofinya tersebut?

Batik Cirebon Motif Mega Mendung

keunggulan batik cirebon
Sumber gambar: Alonabatik.com

Motif batik Cirebon yang paling terkenal adalah mega mendung. Batik ini memiliki ciri khas yang sangat berbeda bila kamu bandingkan dengan batik dari daerah lain. Khususnya pada motif batik yang mirip dengan awan dengan warna cerah.

Pada motif batik mega mendung terkandung makna yang sangat erat kaitannya dengan sejarah lahirnya batik Cirebon secara menyeluruh.

Jika kamu perhatikan pada gambar motifnya, batik ini terinspirasi dari garis-garis awan yang berbentuk segitiga, lonjong serta lancip.

Bukan itu saja, motif ini ternyata juga mendapat pengaruh dari unsur-unsur China. Meskipun sebenarnya tetap berbeda, karena bentuk awan pada motif China cenderung bulat.

Makna lain dari motif mega mendung bisa kamu lihat dari warnanya yang memiliki unsur warna merah dan biru.

Warna ini memiliki makna yang melambangkan maskulinitas serta dinamis karena proses pembuatannya terdapat campur tangan dari laki-laki.

Motif Paksi Naga Liman

Batik khas Cirebon
Sumber gambar: pinterest.com

Paksi Naga Liman merupakan motif batik Cirebon yang juga terkenal seperti halnya mega mendung.

Motif ini memiliki filosofi yang melukiskan kereta kuda sakti yang berasal dari kereta kencana keraton Cirebon.

Berdasarkan sejarahnya, paksi naga liman merupakan seekor hewan keramat yang merupakan gabungan 3 hewan. Yaitu burung garuda/paksi, ular/naga serta gajah/liman.

Motif ini menggambarkan bahwa peran seorang pemimpin di masa lalu adalah sebagai seorang penguasa serta pengayom bagi rakyat. Termasuk juga pengayom untuk seluruh alam.

Selain itu, makna yang terkandung dari motif ini adalah sebagai simbol dari kekuatan keraton atau kerajaan Cirebon. Yakni paksi /udara, naga/laut serta liman/darat.

Baca artikel lainnya: Serba-Serbi Kimono dan 6 Desainernya

Motif Batik Singa Payung

Motif batik yang satu ini tak terlepas dari pengaruh gaya keraton Cirebon. Pasalnya motif ini merupakan satu jenis batik yang pembuatannya terinspirasi dari lingkungan Keraton Kanoman. Beberapa filosofi yang terkandung dari motif batik ini antara lain:

  • Wit-Wit yang bermakna kesabaran dari para pengrajin saat membuat batik.
  • Gunungan, berarti kisah atau perjalanan para raja sampai akhir hidupnya.
  • Gerbang Kraton, memiliki filosofi keterbukaan keraton bagi masyarakat Cirebon.
  • Rucuk Bung, adalah bentuk ujung bambu yang jadi penghias pinggaran pada batik singa payung
  • Wadasan, bermakna kekokohan keraton sebagai pusat kerajaan dengan kekuataan layaknya batu cadas.
  • Daun Pandan berarti keharuman nama keraton di lingkungan masyarakat.
  • Pohon Beringin, artinya bahwa keraton merupakan tempat berlindungnya rakyat dari bahaya atau ancaman.
  • Singa, memiliki arti raja pemimpin dan kekuasaan.
  • Paksi Naga Liman, memiliki makna seperti yang telah tertera pada motif nomor dua.
  • Payung Sultan, ini artinya kerajaan atau keraton merupakan pengayom bagi rakyat.
  • Bata Tumpuk, merupakan ciri khas bangunan yang ada di Cirebon. Seperti gapura atau gerbang pusat pemerintahan serta kerajaan yang ada di Cirebon.

Motif Patran Keris

Merupakan salah satu motif klasik yang bahkan terkenal dan banyak dipesan oleh orang-orang Jepang. Sama seperti motif paksi naga liman.

Orang-orang Jepang ini menggunakan motif tersebut untuk bahan pembuatan kimono.

Ini jugalah yang menjadi salah satu bukti bahwa motif batik Cirebon telah merambah dunia dan populer di masyarakat internasional.

Motif Batik Kompeni

Berbeda dari motif sebelumnya, batik ini menggunakan ornamen flora dan fauna serta berbagai simbol tertentu. Bisa kamu lihat kalau motif ini merupakan motif yang bergambar cerita.

Pada motif ini terdapat gambaran suasana perang pada masa kolonial Belanda.

Ciri utamanya melukiskan tentara VOC dan keadaan penduduk Cirebon pada masa itu. Biasanya tentara VOC dilukiskan melalui meriam serta senapan laras panjang.

Adapun penduduk digambarkan dengan kehidupan petani, nelayan serta pedagang.

Motif Singo Barong

batik
Batik singa barong

Pada masa kesultanan Cirebon, ada kendaraan yang bentuknya seperti mobil canggih.

Kendaran ini bernama kereta singo barong. Pasalnya kereta kesultanan ini ditarik oleh empat ekor kerbau dan digunakan sebagai kendaraan sultan atau raja.

Batik khas di Cirebon
Sumber foto: kompas.com

Kisah inilah yang menjadi inspirasi para pengrajin saat proses pembuatan batik dan akhirnya mengabadikan motif tersebut dengan nama singo barong.

Motif Naga Silam

Motif ini merupakan paduan dengan latar motif mega mendung yang dalamnya terdapat naga silam.

Gambar naga pada motif ini terinspirasi dari negeri Tiongkok dengan perpaduan India. Filosofi yang bisa Anda temukan pada motif ini yakni melawan kejahatan.

Baca Artikel lainnya: Menilik Sejarah, Ciri Dan Aktivitas Yang Dapat Dilakukan Di Batik Trusmi Cirebon

Motif Taman Teratai

Batik dengan motif taman teratai terinspirasi dari keindahan bunga teratai dengan daunnya yang menjulang.

Motif ini mengandung makna yang menunjukkan keindahan kota Cirebon yang dipenuhi dengan bunga-bunga.

Terutama bunga teratai yang dapat tumbuh subur dan menjulang di sepanjang wilayah.

Motif Batik Wadasan

Pada batik ini bisa kamu lihat motif berupa unsur alam yang sangat menonjol.

Motif ini memiliki makna dan gambaran lengkap seperti daun, ranting dan unsur lainnya yang ada di alam.

Pada umumnya motif wadasan hanya berwarna putih atau coklat. Sehingga masuk dalam kategori motif keraton klasik. Akan tetapi, karena zaman semakin berkembang, motif inipun kini lebih beragam warnanya.

Motif Banjar Balong

Motif batik Cirebon yang satu ini mempunyai filosofi yang menggambarkan pohon hayat.

Pohon ini merupakan simbol dari suatu lapisan kehidupan. Makna dari filosofi ini adalah keselarasan dan keseimbangan yang tercipta merupakan cerminan kehidupan yang ada di dunia.

Motif Sawat Pengantin

Sawat memiliki arti sayap atau dalam bahasa Cirebonnya adalah lar. Selain arti tersebut ada juga pendapat yang mengatakan kalau kata sawat berasal dari syahwat.

Nah, motif sawat pengantin ini merupakan satu dari motif batik Trusmi yang biasanya dipakai oleh pengantin.

Makna yang terkandung dalam motif ini adalah adanya kepercayaan yang dapat melindungi kehidupan mereka yang memakai batik tersebut.

Berdasarkan sejarahnya, motif ini sering dipakai oleh keluarga keraton. Oleh sebab itu sawat pengantin termasuk jenis batik larangan. Artinya motif ini hanya boleh digunakan ketika kalangan tertentu mengadakan acara.

Motif Batik Kliwed

Batik dengan motif ini menggunakan ornamen floral yang mendominasi. Selain wilayah Cirebon, motif ini juga bisa Anda temukan di Indramayu.

Namun tetap saja motif batik dari Cirebon memiliki ciri khasnya tersendiri. Hal ini bisa Anda lihat dari warna motif kliwed yang redup namun penampakannya tetap agak terang.

Batik Cirebon Motif Putri

Pada motif batik yang satu ini, Anda bisa melihat penggambaran seorang putri. Walaupun putri tersebut bukan berasal dari keraton Cirebon.

Makna dari motif putri ini tak lain adalah adanya akulturasi budaya yang bisa diterima oleh rakyat Cirebon dari berbagai daerah lain.

Ini artinya meskipun berbeda tetap bisa hidup secara rukun dan berdampingan.

Motif Ciwaringin Bangau

Motif terakhir dari batik khas Cirebon adalah Ciwaringin bangau. Batik dengan motif ini tergagas dari cerita rakyat Ciwaringin yang pernah dijajah.

Pada motif tersebut Anda bisa melihat gambar burung bangau. Burung bangau ini merupakan lambang yang bermakna kesetiaan rakyat.

Dengan nuansanya yang khas, batik ini turut hadir dengan berbagai motif kombinasi floral serta mega mendung.

Sejak dulu batik Cirebon sudah terkenal dengan warna dan motifnya yang indah.

Dan tahukah, bahwa sebenarnya batik yang populer dan telah merambah sampai ke luar negeri ini ternyata memiliki banyak motif.

Bahkan tak tanggung-tanggung, ada 14 jenis batik dan kesemuanya memiliki filosofi masing-masing sebagaimana saya ulas di atas.

Harapannya, dengan lebih banyak tahu tentang batik, maka bisa menambah ilmu pengetahuan. Sehingga kita semua dapat turut menjaga dan melestarikan warisan budaya agar tak hilang tergerus zaman dan atau mengalami kepunahan.

About the author

Pretium lorem primis senectus habitasse lectus donec ultricies tortor adipiscing fusce morbi volutpat pellentesque consectetur risus molestie curae malesuada. Dignissim lacus convallis massa mauris mattis magnis senectus montes mollis phasellus.

Tinggalkan komentar