Kesedihan Mereka Adalah Kepedulian Kita – Yuk, Donasi untuk Korban Gempa Sulawesi Barat

Hola, Journeyers,

Ada kata bijak bagus yang perlu kita  renungkan bersama. Begini bunyinya, “Selama kamu masih berdiri, cobalah untuk ulurkan tangan kepada orang-orang yang sedang jatuh.”

Menurut saya, kata bijak di atas sesuai dengan kondisi negara Indonesia saat ini. Mungkin lebih tepatnya, saat ini negara kita sedang menangis.

Satu per satu bencana datang secara beruntun. Sehingga bisa dikatakan bahwa kita yang saat ini masih kuat berdiri, masih memiliki fisik sehat dan bisa bekerja menghasilkan pundi-pundi rupiah. Mungkin saat inilah waktu  yang sangat tepat berdonasi untuk korban gempa, yang baru saja terjadi di Majene beberapa hari lalu, bukan?

Entah kenapa, saya sebagai seorang blogger tergerak untuk menuliskan ini. Selain musibah Corono yang sudah bikin hari-hari saya mendung, berita tentang korban gempa di Sulawesi Barat memaksa saya untuk segera bergerak.

Mereka butuh dukungan dari kita. Dukungan untuk bangkit dari keterpurukan. Tak hanya mental, tetapi juga materi. Bisakah kita meringankan beban mereka meski hanya sedikit saja?

Kesedihan Mereka adalah Kepedulian Kita. Yuk, Donasi untuk Korban Gempa!

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang tercatat sebagai negara yang sering mengalami gempa bumi. Hal ini terjadi karena Indonesia terletak di atas tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Indo-Australia.

Alasan lain, Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi cincin api Pasifik, sehingga menjadikannya sebagai wilayah rawan letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami.

Tercatat gempa parah pernah mengguncang Bengkulu pada 2000, Aceh pada 2004, Padang pada 2009, serta Palu dan Donggala pada 2018.

Dan diawal tahun 2021 Indonesia kembali dilanda gempa bumi. Pada Jumat, 15 Januari 2021 bencana gempa bumi melanda Majene, Sulawesi Barat, dengan kekuatan magnitudo 6.2.

Tidak cukup sekali, pada hari berikutnya 16 Januari 2021 pukul 06.32 WIB kembali terjadi gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5.0 dan dirasakan hingga ke Kabupaten Majene III MMI.

Jujur, jika berbicara semua gempa yang beberapa tahun ini terjadi secara beruntun. Tanpa disadari mengingatkan saya pada peristiwa di tahun 2018, yakni gempa di Palu.

Saat terjadi goncangan hebat di Donggala, keluarga saya berada di sana. Dua adik saya, suami, anak, dan mertuanya.

Hati saya hancur berkeping-keping mendengar kabar di TV, sementara adik mengabarkan lewat telpon dengan menangis terisak.

Mereka selamat, alhamdulilah. Tetapi mereka jadi gelandangan yang tak tahu arah harus ke mana. Memutuskan untuk pulang kampung, tetapi jalanan hancur terbelah. Mereka harus melewati bukit yang jalanannya cukup terjal. Belum lagi stok bensin terbatas. Dan lagi, keponakan saya waktu itu masih berusia 1 tahun. Hiks… Bagaimana makannya? Bagaimana dia minum susu? Ah, hati saya gerimis jika mengingat itu.

Tetapi Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan adik dan sekeluarga di sana umur panjang. Di tengah konflik akibat gempa yang terjadi, adik bilang masih banyak orang baik yang membantu mereka berdonasi untuk korban gempa Palu Donggala 2 tahun lalu.

Yah, meski sesampainya di desa, saya nyaris tak bisa mengenali adik saya. Tubuhnya kurus, hitam, dekil, dan baju yang dipakai, katanya tinggal sehelai itu saja. Miris banget.

Makanya, hal yang sama akan saya lakukan  untuk para korban gempa di Sulawesi Barat, tepatnya di Majene-Mamuju ini. Tidak banyak mungkin yang saya lakukan, tetapi siapa tahu dari tulisan ini banyak yang tergerak untuk bertidak melakukan amal untuk para korban gempa.

Korban Jiwa dan Kerusakan yang Terjadi

Ketika bencana datang, dua hal yang pasti tidak bisa dihindari adalah korban jiwa dan kerusakan.

Pusat gempa yang berada di 7 KM timur laut Majene dengan kedalaman 10 KM menyebabkan tanah longsor di tiga titik disepanjang poros jalan Majene-Mamuju menyebabkan akses jalan terputus.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 90 orang meninggal dunia, 47 orang diantaranya berasal dari Kabupaten Mamuju.

Korban luka berat sebanyak 12 orang, 200 orang luka sedang, dan 425 orang luka ringan. Selain itu, bencana gempa juga meluluhlantakan rumah warga dan berbagai fasilitas umum, seperti perkantoran dan rumah sakit, mulai tingkat ringan hingga berat.

Kerusakan juga terjadi di area Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berlokasi di Takandeang, Tapalang. Selain itu, alat transportasi warga berupa motor, mobil, dan kendaraan lainnya juga ikut hancur akibat tertimpa reruntuhan.

Sebagian teman-teman pasti sudah melihat secara langsung bagaimana hebatnya dampak dari gempa bumi melalui televisi dan media sosial.

Saat gempa hingga beberapa hari aliran listrik diseluruh kawasan Majene padam dan butuh waktu beberapa hari untuk melakukan perbaikan.

Meski tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, namun gempa yang diduga terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju trusth) memiliki sifat merusak.

Pasca terjadi gempa, pemerintah dan relawan bergerak melakukan evakuasi dan membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk. Bantuan logistik, mulai dari sembako, susu bayi, selimut, tenda, tikar, terpal, pakaian, dan pelayanan medis mulai berdatangan.

Mari Bantu Korban Gempa Sulawesi Barat

Kita selalu berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi dan menjaga bangsa kita agar dijauhkan dan terhindar dari bencana. Namun, saat bencana menjadi takdir bangsa ini, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk saling membantu dan peduli.

Dengan membantu para korban, kita akan mendapat pahala yang bisa dijadikan amal ibadah dan tentu saja meringankan beban korban, serta mempercepat Sulawesi Barat segera pulih dan bangkit kembali. Lantas bantuan apa yang bisa kita berikan pada mereka?

Berikut bantuan yang dibutuhkan untuk korban gempa bumi.

1. Bantuan Medis

Alat kesehatan, obat-obatan, perawatan, dan bantuan medis lain sangat dibutuhkan saat terjadi bencana, termasuk gempa bumi. Banyak orang terluka, baik ringan maupun luka berat yang membutuhkan pertolongan.

2. Bantuan Psikologis

Kesehatan mental para korban tidak luput dari perhatian, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sedikit banyak trauma dan ketakutan pasti merasuki dan memengaruhi psikologis korban. Bagi yang memiliki basic ilmu psikologi dan bidang konseling dapat bergabung sebagai tim relawan.

3. Bantuan Sandang dan Pangan

Sandang dan pangan sudah pasti menjadi prioritas yang harus diutamakan. Sesulit apapun medan yang akan ditempuh jangan sampai membuat para korban semakin menderita karena tidak mendapatkannya. Makanan dan minuman yang bersih dan bergizi sangat dibutuhkan melalui dapur umum yang dibangun dan dilakukan secara swadaya.

4. Bantuan Hunian Sementara

Rusaknya rumah mengakibatkan para korban kesulitan untuk kembali hidup normal seperti sedia kala. Karena itu, bantuan berupa hunian sementara menjadi harapan korban. Selain itu, pasti membutuhkan dana untuk perbaikan rumah.

5. Bantuan Sanitasi

Tidak bisa disepelekan bantuan sanitas merupakan kebutuhan pokok manusia. Aktivitas mandi, cuci tangan, BAK, dan BAB sangat dibutuhkan. Dengan adanya pengadaan toilet dan pemberian alat sanitasi pascabencana tentu akan sangat bermanfaat untuk para korban.

6. Bantuan Transportasi

Akses jalan memang akan menghambat arus keluar masuk, namun bukan berarti transportasi tidak dibutuhkan. Transportasi juga dibutuhkan untuk ,enunjang kegiatan pengiriman bantuan ke tempat yang sulit dijangkau.

7. Bantuan Dana, Modal, dan Usaha

Lagi-lagi, uang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Bahkan dalam situasi sulit pascabencana. Bagi korban yang selamat memerlukan dana, modal, dan usaha untuk melanjutkan hidup

Itulah 7 bantuan yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa bumi. Tidak hanya pemerintah, sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang, kita dapat saling membantu menghapus kesedihan para korban.

Mari bersama kita dukung, doakan, dan bantu. Anda dapat melakukan donasi dengan bergabung bersama Wahana Visi Indonesia, yang merupakan salah satu yayasan kemanusiaan yang mendedikasikan diri melalui program-program pemberdayaan pada kehidupan anak, keluarga, dan masyarakat tanpa melihat gender, ras, etnis, dan agama.

Donasi nantinya pun akan disalurkan secara cepat dan tepat. Anda juga bisa mengajak dan menyebarkan info ini agar semakin banyak orang yang tergerak untuk membantu.

Tidak perlu kaya untuk berbagi. Sedikit harta yang Anda sisihkan jika dilakukan tentu akan sangat berarti. Apalagi, jika yang melakukannya adalah seluruh masyarakat Indonesia.

Mari kita hapus kesedihan dan membantu membuka lembaran kehidupan baru mereka.

Semoga Tuhan senantiasa menggerakan hati kita untuk saling peduli!

Malica Ahmadhttps://www.mywordsjourney.com
Menulis dan perjalanan adalah dua hal yang akan bermuara pada satu titik. Yaitu bagaimana jati diri seseorang ditemukan.

Related Stories

Discover

Referensi Jasa Pengiriman Barang Paling Banyak Dicari, Fasilitas Cek...

Jasa Pengiriman Barang Paling Banyak Dicari, Fasilitas Cek Ongkir Barang yang Fast Respon dan...

Keseruan Perjalanan Surabaya Jember Naik Kereta Api Sri Tanjung...

Hola, Traveler Apakah saat ini kamu ingin melakukan perjalanan Surabaya Jember Naik Kereta Api? Jika...

Ini Alasan Kenapa Saya Harus Menjejakkan Kaki Ke...

“Sejak kapan terpikat magisnya Tana Toraja?" Untuk menjawab pertanyaan di atas, sebelumnya saya harus berterima...

Pesona Laskar Pelangi di Pantai Tanjung Tinggi Belitung

Hai, Traveler ... Tahukah Anda bahwa pantai Tanjung Tinggi Belitung merupakan lokasi syuting film laskar...

Asyik dan Menantang! Inilah 5 Tempat Camping di Malang...

Kota Malang di Jawa Timur terkenal indah dan dingin. Orang-orang yang tinggal di sekitar...

5 Hal Menarik di Balik Kisah Mistis Gunung Argapura...

Mendaki adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan. Meski medan pendakian tidak mudah, rasanya bukan masalah...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here