Australia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak produk khas dengan kualitas tinggi. Tidak mengherankan jika sejumlah barang dari Negeri Kanguru kerap dicari oleh konsumen Indonesia, baik karena keunikannya maupun karena belum tentu mudah ditemukan di pasar lokal.
Bagi yang ingin memulai bisnis jasa titip atau jastip Australia, peluang tersebut dapat dimanfaatkan dengan memilih produk yang memiliki karakteristik berbeda dari barang jastip pada umumnya. Selain skincare, berikut beberapa produk Australia yang menarik untuk dipertimbangkan.
1. UGG dan Produk Berbahan Sheepskin
UGG menjadi salah satu produk yang cukup identik dengan Australia. Namun, calon jastiper perlu membedakan produk yang benar-benar dibuat di Australia dengan produk UGG dari negara lain.
Sebagai contoh, UGG Australia menyebut produknya dibuat menggunakan twinface sheepskin dan sebagian produknya dipotong, dijahit, serta diselesaikan di Melbourne. Brand tersebut juga telah memproduksi produk berbahan sheepskin sejak 1981.
Produk seperti boots, slippers, hingga scuffs menarik untuk jastip karena memiliki nilai transaksi lebih tinggi dibandingkan makanan ringan. Modelnya pun beragam sehingga jastiper dapat membuka sistem pre-order berdasarkan ukuran dan warna yang diminati pelanggan.
2. Camilan dan Biskuit Khas Australia
Produk makanan ringan bisa menjadi pilihan yang lebih mudah dijangkau oleh pelanggan karena harga per produknya relatif lebih rendah. Salah satu contohnya adalah Tim Tam.
Arnott’s menyebut Tim Tam pertama kali dibuat pada 1964 dan menjadi salah satu biskuit cokelat paling ikonik di Australia. Saat ini tersedia pula berbagai varian rasa, sehingga jastiper tidak harus menawarkan satu jenis produk saja.
Selain Tim Tam, jastiper dapat mengeksplorasi berbagai snack, confectionery, atau produk grocery khas Australia. Kategori ini juga cocok dijadikan paket bundling, misalnya satu paket berisi beberapa jenis camilan Australia. Sebelum menentukan produk yang akan dibawa dalam jumlah banyak, jastiper juga perlu menghitung biaya logistik dan memahami cara kirim barang dari Australia ke Indonesia agar harga jual tetap kompetitif.
3. Kacang Macadamia Australia
Macadamia merupakan produk lain yang potensial karena Australia memiliki industri macadamia yang cukup besar. Pemerintah Australia menyebut negaranya sebagai produsen macadamia terbesar ketiga di dunia, dengan nilai ekspor mencapai sekitar A$188 juta pada 2023–24. Produksinya juga diproyeksikan meningkat dari 53.950 ton pada 2024 menjadi 97.461 ton pada 2029.
Bagi bisnis jastip, kacang macadamia dapat ditawarkan dalam bentuk roasted nuts, snack kemasan, atau produk olahan lainnya. Ukurannya relatif praktis untuk dibawa dan dapat menyasar konsumen yang mencari makanan premium.
4. Madu Australia
Madu juga dapat menjadi produk jastip yang menarik karena Australia memiliki industri perlebahan yang besar. Departemen Pertanian Australia mencatat sekitar 70% madu negara tersebut berasal dari flora asli Australia. Industri ini menghasilkan sekitar 37.000 ton madu per tahun dan sekitar 10% produksinya diekspor ke luar negeri.
Keunikan sumber flora Australia dapat menjadi nilai jual tersendiri. Jastiper dapat memilih madu dengan karakteristik atau varietas yang berbeda untuk menciptakan pilihan produk yang lebih spesifik.
Namun, produk makanan seperti madu membutuhkan perhatian lebih terhadap aturan impor Indonesia. Pemerintah Australia mencatat bahwa ekspor madu ke Indonesia memerlukan persyaratan tertentu, termasuk fasilitas pengolahan yang terdaftar dan sertifikasi ekspor. Karena itu, aspek regulasi dan biaya pengiriman sebaiknya dihitung sejak awal agar keuntungan dari setiap transaksi tidak habis untuk biaya tambahan.
5. Produk Berbahan Merino Wool
Australia juga terkenal dengan industri wool, khususnya Merino wool. Departemen Pertanian Australia menyebut negara tersebut menghasilkan sekitar 25% greasy wool yang diperdagangkan di pasar dunia, sementara nilai ekspor wool Australia mencapai A$3,592 miliar pada 2021–22.
Merino wool dapat ditemukan dalam berbagai produk seperti sweater, scarf, kaus kaki, pakaian outdoor, hingga aksesori. Menurut The Woolmark Company, serat Merino cocok digunakan untuk pakaian premium, sportswear, dan pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit karena karakteristiknya.
Kategori ini menarik untuk jastip karena dapat menyasar konsumen yang mencari produk fashion berbahan premium dan autentik Australia. Jika dikelola dengan baik, keuntungan dari usaha jastip juga dapat menjadi tambahan dana untuk berbagai kebutuhan, termasuk menyiapkan rencana keuangan jangka panjang, seperti asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan adalah produk perlindungan finansial yang dirancang untuk membantu mempersiapkan biaya pendidikan anak sesuai dengan rencana dan kebutuhan keluarga. Dengan begitu, bisnis jastip tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga dapat membantu mendukung tujuan finansial yang sudah direncanakan.
6. Souvenir dan Homeware Bertema Australia
Tidak semua barang jastip harus berupa produk konsumsi. Souvenir dan homeware bertema Australia juga dapat menjadi niche yang menarik, terutama untuk pelanggan yang ingin membawa nuansa Australia ke rumah.
Australian Made Campaign mencantumkan berbagai produk seperti jewellery, homewares, kerajinan tangan, dekorasi, stationery, hingga produk kayu sebagai bagian dari ekosistem produk buatan Australia.
Produk berukuran kecil seperti keyring, bookmark, coaster, magnet, atau aksesori bertema flora dan fauna Australia bahkan lebih mudah dipasarkan sebagai oleh-oleh. Salah satu produsen yang terdaftar di Australian Made Campaign juga secara khusus membuat produk yang ringkas, ringan, dan aman dikirim ke luar negeri.
7. Produk Makanan Premium dan Grocery Unik
Selain snack populer, jastiper dapat membidik kategori grocery premium yang memiliki karakter khas Australia. Peluangnya cukup menarik karena Austrade mencatat adanya permintaan terhadap produk makanan dan minuman premium Australia di Asia Tenggara.
Pada 2026, Austrade bahkan mengadakan showcase di Indonesia yang mempertemukan 16 perusahaan Australia dengan lebih dari 250 profesional hotel, restoran, dan kafe. Produk yang diperkenalkan mencakup groceries, ingredients, snacks, dairy, buah, sayuran, hingga berbagai produk premium lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa produk makanan Australia memiliki peluang untuk masuk ke pasar Indonesia. Bagi jastiper, celah tersebut dapat dimanfaatkan dengan mencari produk grocery yang unik, tidak terlalu berat, dan memiliki daya tarik visual maupun cerita produk yang kuat.
Memilih Produk Jastip Australia Tidak Harus Selalu Skincare
Skincare memang sudah populer dalam bisnis jastip Australia, tetapi peluangnya tidak berhenti di kategori tersebut. UGG, camilan, macadamia, madu, Merino wool, souvenir, hingga grocery premium dapat menjadi alternatif dengan karakter pasar yang berbeda.
Sebelum membeli dalam jumlah besar, jastiper sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu mengenai minat konsumen, harga jual di Indonesia, biaya bagasi atau pengiriman, serta aturan impor untuk setiap kategori produk. Dengan begitu, produk yang dipilih bukan hanya menarik secara tren, tetapi juga memiliki peluang margin dan perputaran penjualan yang lebih sehat.